40 Mahasiswa Aceh di STPN Diwisuda

Kategori : Pendidikan & Pelatihan Senin, 17 September 2018

40 Mahasiswa Aceh di STPN Diwisuda

Sebanyak 40 mahasiswa Aceh yang kuliah di kampus Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menjalani prosesi wisuda pada hari Jumat, (14/09/2018).

Mereka merupakan para mahasiswa program kerja sama antara Pemerintah Aceh dengan STPN Yogyakarta.

“Dari 393 wisudawan lulusan yang di wisuda itu mereka terdiri dari peserta reguler 341 wisudawan dan peserta kerjasama 52 wisudawan, dengan rincian, 40 wisudawan dengan Pemerintah Aceh, dan 12 wisudawan dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur,” Ujar Kepala BPSDM Aceh Dr. Mahyuzar yang ikut serta hadir di lokasi wisuda.

Mahyuzar menyebutkan kegiatan Wisuda bagi lulusan Program Diploma IV Pertanahan yang ke-28 dan Wisuda Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral yang ke-22 sejak didirikannya STPN pada tahun 1993.

Adapun jumlah wisudawan hari tersebut lanjut Mahyuzar adalah sebanyak 476 wisudawan, yang terdiri atas lulusan Program Diploma IV Pertanahan sebanyak 83 wisudawan dan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral sebanyak 393 wisudawan.

“Program Diploma IV Pertanahan yang diwisuda sebanyak 83 wisudawan lulusan. Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi pada Konsentrasi Perpetaan diraih oleh Rizka Dita Samsudin Al Chodiq, Utusan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur, dengan nilai IPK 3.67,” lanjutnya lagi.

Sementara itu untuk Konsentrasi Manajemen Pertanahan IPK tertinggi diraih oleh Siti Arifatun Sholihah, Utusan Kanwil BPN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan nilai IPK 3.68. Untuk selanjutnya para wisudawan Program Diploma IV Pertanahan tersebut diberikan gelar Sarjana Terapan atau disingkat S.Tr, di bidang Pertanahan.

Sedangkan untuk Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, yang diwisuda sebanyak 393 wisudawan lulusan, sebanyak 19 wisudawan memperoleh predikat Cum-Laude (dengan pujian).

“Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Iis Widyastuti dengan IPK 3.77 Asal Provinsi Jawa Tengah,” lanjutnya.

Sedangkan peserta yang memiliki IPK Tertinggi dari Jalur Kerjasama adalah Rahmanda Harbi Asal Provinsi Aceh dengan IPK 3.52.

Setelah menyelesaikan pendidikan, sesuai dengan Peraturan Menteri ATR/BPN No. 33 tahun 2016, lulusan Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral STPN dapat diangkat menjadi Asisten Surveyor Kadastral setelah lulus menempuh Ujian Lisensi.

Wisuda tersebut dihadiri oleh Bapak Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta yang diwakili asisten II, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, Dirjen, beserta Pejabat di Lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Pimpinan dan Anggota Dewan Penyantun dan Senat Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional se-Indonesia, Gubernur Akademi Angkatan Udara dan Pimpinan Perguruan Tinggi Kedinasan, Segenap Pengurus Alumni yang tergabung dalam KAPTI AGRARIA, Wisudawan Tua/Wali Wisudawan.

Untuk pemerintah Aceh sendiri di dihadiri oleh wakil ketua Komisi I DPRA, Drs. H. Asib Amin, Kepala BPSDM Aceh Dr. Mahyuzar, M.Si dan Kepala Kantah BPN Aceh Barat Akhyar Tarfi, S.ST MH.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32